Psikologi
Obat Anti Kecemasan
Anxiety Disorder dapat diartikan secara harafiah sebagai gangguan kecemasan, yaitu perasaan takut dan khawatir yang tidak menyenangkan. Apabila kecemasan dan ketakutan terjadi secara berlebihan dan mengganggu kehidupan normal manusia, hal itu disebut gangguan kecemasan. Obat anti kecemasan ini diberikan untuk mengatasi
fobia, depresi dan penyakit mental lainnya. Contoh obat anti kecemasan ini adalah Prozac, Xanax dan Cymbalta.
Terdapat beberapa kategori untuk obat anti kecemasan ini. Obat-obatan ini diklasifikasikan menurut efeknya pada sistem pusat syaraf.
Berikut ini adalah klasifikasinya.
- Obat penenang
- Penghambat aliran
serotonin - Tricyclic antidepressant (Obat anti
depresi tipe tricyclic) - Atypical antidepressant (Obat anti depresi tipe atypical)
- Penghambat oksidasi monoamine
- Penghenti beta (beta stopper)
Obat anti kecemasan hanya dapat dibeli dengan resep dokter dan penggunaannya harus sesuai dengan
dosis anjuran. Ingatlah bahwa obat ini tidak mengobati gangguan kecemasan Anda melainkan hanya membantu mengurangi. Untuk mengobati gangguan cemas Anda, Anda memerlukan
terapi dengan psikolog untuk menemukan akar penyebab gangguan Anda.
Dalam proses penyembuhan, si pasien harus berusaha dengan kemauan sendiri untuk sembuh. Untuk membantu si pasien, psikolog akan membuat jadwal pertemuan dan memberi nasihat mengenai hal-hal yang harus pasien lakukan. Jadwal dan nasihat ini akan berbeda bagi tiap pasien tergantung dari kasus masing-masing.
Efek samping dari obat anti kecemasan
Sakit kepala, mual, pertambahan berat badan, rasa kantuk, rasa tegang dan gangguan fungsi seksual dapat terjadi kepada seseorang yang mengkonsumsi obat anti kecemasan ini. Meskipun demikian, hal-hal ini bukanlah efek samping terburuk bagi penderita. Efek samping yang terburuk adalah ketergantungan atau kecanduan pada obat tersebut dan masalah pada saat obat berhenti digunakan.
Dari semua obat anti kecemasan , obat anti depresi memiliki efek samping yang paling tidak berbahaya. Obat anti depresi tidak akan menyebabkan kecanduan secepat obat lainnya. Meski demikian, konsumsi obat anti depresi yang terhenti secara tiba-tiba masih dapat menyebabkan masalah. Oleh karena itu, dokter biasanya memberi Anda dosis yang lebih rendah secara bertahan sampai Anda benar-benar berhenti total.
Interaksi dengan obat lain
Obat anti kecemasan tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat lainnya. Contoh interaksi yang mematikan adalah ketika obat anti kecemasan diminum bersamaan dengan obat tidur, obat penahan rasa sakit atau minuman keras. Interaksi yang PALING berbahaya adalah antara obat anti kecemasan dengan antihistamin(obat anti alergi) dan obat flu/demam.
Apabila Anda harus minum obat anti kecemasan dengan obat lain, mintalah dahulu saran dokterAnda. Dokter akan memberi tahu anda dosis yang aman dikonsumsi bersama obat lain.
Peringatan khusus
Orang yang berumur lebih dari 65 tahun atau wanita hamil atau pasien yang punya sejarah keterlibatan dengan
narkoba harus mengkonsumsi obat anti kecemasan dengan amat sangat berhati-hati. Apabila orang-orang yang tergolong dalam kategori ini tidak mengkonsumsi obat anti kecemasan sesuai anjuran dan dosis yang diberikan dokter, akibatnya bisa fatal dan risiko yang ditanggung pun sangatlah besar.



