Kesehatan remaja
Manajemen Stres Pada Remaja.

Stres dapat menyerang siapa saja dari anak-anak sampai orang dewasa. Diantara kedua usia ini, terdapat para remaja. Penyebab stres pada remaja berbeda dengan penyebab stres pada orang dewasa namun gejala-gejalanya tetaplah sama. Dikarenakan perbedaan stres pada remaja dan
orang dewasa, maka sangat penting untuk melakukan pendekatan yang berbeda terhadap stres tersebut.
Populasi total terdiri dari 20% remaja. Namun, terkadang remaja menjadi kelompok populasi yang terlupakan. Remaja adalah kelompok peralihan dari masa anak-anak yang belum mandiri ke masa dewasa yang mandiri dan proses transisi ini tidak pernah mudah. Kelompok usia remaja sangat rentan terhadap stres fisik dan emosional.
Stres yang mereka alami dapat datang dari mana saja, baik dari keluarga, teman-teman, atau lingkungan sekolahnya. Mereka terkadang terpaksa mengikuti jejak saudara kandungnya yang lebih tua agar tidak dibanding-bandingkan oleh orang tua, atau remaja dapat mengalami stres akibat proses mencari jati diri dan perannya di masyarakat.
Pendewasaan dan stres
Masa remaja dapat menyebabkan perubahan besar baik dalam aspek fisik maupun mental seseorang. Perubahan ini secara signifikan akan membentuk diri seseorang.
Perubahan fisik seseorang selama masa remaja diantaranya, peningkatan tinggi dan berat badan, perubahan suara, munculnya karakteristik seksual sekunder, dan bagi perempuan, dimulainya proses menstruasi. Di sisi lain, perubahan mental juga terjadi, mulai tertarik terhadap lawan jenis, adanya rasa bebas, agresif, dan ingin tahu.
Semua perubahan-perubahan ini dapat mengakibatkan stres bagi remaja. Survei memperlihatkan setidaknya sepertiga remaja mengalami stres minimal sekali setiap minggunya. Faktor penyebab stres atau stresor pada remaja berbeda-beda dan ini kemungkinan disebabkan oleh:
pubertas, hubungan dengan teman, tuntutan sekolah, rasa aman di masyarakat, tanggung jawab terhadap keluarga, perasaan atau pikiran negatif, perpisahan atau perceraian orang tua, keinginan berlibur, masalah keuangan, atau kematian dari seseorang yang dicintainya.
Faktanya adalah bahwa remaja perempuan lebih rentan terhadap stres dibandingkan remaja laki-laki. Remaja perempuan cenderung mencari bantuan temannya atau orang lain untuk mengatasi stresnya, sedangkan remaja laki-laki merespon stresnya dengan cara mengatasinya sendiri dan menolak bantuan dari orang lain atau mereka beraktifitas lain yang dapat membantu mereka melupakan stres mereka.
Anggota keluarga dan teman-teman dapat menjadi penyebab stres atau pendukung bagi anak remaja. Tanpa bimbingan yang benar, remaja akan menggunakan cara yang sehat atau tidak sehat untuk mengatasi stres mereka.
Menanggulangi stres remaja
Stres pada remaja dapat diatasi baik di dalam maupun di luar rumah. Langkah pertama dalam mengatasi stres pada remaja adalah mengidentifikasi penyebab dari stres mereka. Dugaan bahwa tidak ada alasan fisik untuk stres pada remaja harus dihindari.
Remaja harus diizinkan untuk berbicara dengan bebas tentang masalah mereka dan mereka harus diberi dukungan. Orang dewasa disekitarnya harus membantu dan mengajarinya tentang metode penghilang stres dan membuat target yang realistik untuk kegiatan kurikuler ataupun ekstrakurikuler mereka.
Orang tua atau guru harus meminta remaja untuk mendefinisikan stres menurut mereka, memberikan contoh suatu kejadian dan menanyakan tentang respon mereka terhadap kejadian itu. Berikan saran tentang respon stres yang normal dan jelaskan tentang cara untuk menangani stres. Terangkan kepada mereka bahwa stres yang berbeda akan memberi respon yang berbeda pada orang yang berbeda. Juga beri masukan untuk menghindari metode yang tidak sehat dalam mengatasi stres seperti: bertengkar, penggunaan alkohol atau
narkoba.
Selama dalam keadaan stres yang dialaminya, dukungan penuh harus diberikan oleh orang-orang di sekitarnya. Remaja, seperti anak-anak dan beberapa orang dewasa, belumlah siap untuk mengatasi masalah-masalah besar sendirian.



