Selasa, Mei 22, 2012
RSS RSS
   
Text Size

Gejala Stres pada Anak-Anak

Gejala Stres pada Anak-Anak

Anak-anak tidaklah kebal dari merasakan dampak stres. Kita seringkali mengabaikan tanda-tanda yang ada karena kita tidak berharap untuk menemuinya. Jika Anda mencurigai bahwa ada sesuatu yang salah pada anak Anda, berikut adalah beberapa gejalanya.

Bukanlah suatu mitos bahwa anak-anak juga menderita stres. Coba pikirkan segala yang harus mereka hadapi: tugas di kelas, aktivitas sekolah, teman-teman dan

pertumbuhannya. Melalui berbagai perubahan yang terjadi pada tiap level usia dapat membawa cukup gejolak perasaaan yang mengakibatkan stres pada anak. Ingat-ingat kembali masa kanak-kanak Anda. Apa yang Anda khawatirkan? Banyak dari masalah yang Anda hadapi bisa jadi tidak melibatkan buku, melainkan teman, citra diri, dan lawan jenis.

Berikut adalah beberapa cara mengenali stres pada anak.

Gejala-Gejala Stress

  • Mudah Marah. Ketika anak-anak mengalami kesulitan dalam memahami sesuatu maka hal itu dapat menyebabkan frustrasi. Hal ini bisa menjelma dalam tugas yang paling sederhana di rumah. Hanya dengan satu godaan saja, mereka mungkin langsung melempar mainan atau yang sedang mereka kerjakan dan marah membabi buta.
  • Kurang Tidur. Anak Anda mungkin saja bangun awal di pagi hari atau datang ke meja sarapan dengan lingkaran gelap di sekitar mata mereka. Kemungkinan hal tersebut terjadi bukan karena mereka begadang untuk main video game, tetapi karena sedang stres atau mengalami Glossary Link insomnia. Gejala lainnya dari kurang tidur adalah meningkatnya kejadian mimpi buruk.
  • Perubahan nafsu makan. Anak-anak suka sekali makan. Jika anak Anda menunjukkan kurangnya ketertarikan pada makanan atau mereka melewatkan waktu makan karena sakit perut, mungkin saja itu terkait dengan stress.
  • Menarik Diri. Stres dapat mengakibatkan seseorang menarik diri dari teman-temannya atau aktivitas yang menyenangkan. Anak-anak jarang tinggal di dalam rumah kalau mereka punya alasan yang bagus untuk ke luar.
  • Nilainya Turun. Ini hampir merupakan tanda yang pasti bahwa sesuatu berubah, terutama jika anak Anda biasa mendapatkan nilai yang tinggi. Bicara dengan gurunya mungkin saja menyingkap beberapa penyebab masalahnya. Periksa juga tas sekolah mereka, mungkin ada hasil ulangan yang nilainya rendah, yang mereka sembunyikan dari Anda.
  • Berkeluh kesah. Anak-anak mungkin saja melakukan sebagian dari yang di atas, tetapi karena mereka ingin menegaskan independensinya, tidak terlalu banyak yang mereka tunjukkan. Seorang anak yang kelihatan lebih menuntut daripada biasanya bisa jadi sedang ada masalah stress.
  • Berubah-ubahnya Suasana Hati. Anak-anak juga mengalami hal ini. Anak-anak yang biasanya bahagia bisa jadi marah atau maniak tanpa alasan. Jika perubahan tersebut berlanjut, mereka mungkin saja sedang kewalahan dalam beberapa bidang kehidupan mereka.

Anak-anak suka membuat orang lain gembira. Mereka tidak ingin mengecewakan orang tua atau guru mereka. Upaya dalam memenuhi harapan yang ditumpukan kepada mereka bisa menjadi Glossary Link katalis untuk stres. Bicaralah pada anak Anda. Yakinkan mereka bahwa Anda ingin membantu mereka menghindari stres sebisa mungkin.

Tambah komentar


Security code
Refresh

Follow doktermucom on Twitter

Login