Makanan Penyebab Kanker

Makanan kanker adalah makanan yang dapat menyebabkan
kanker. Mutagenik merupakan zat yang dapat menyebabkan kanker jika penyerapannya dari makanan instan tidak dicegah. Dengan memanaskan makanan apapun, ratusan zat mutagenik yang berbeda akan berkembang. Semakin banyak protein yang dikandung makanan, semakin banyak mutagenik berkembang ketika dimasak. Aktivitas dari
antioksidan sangat terbatas dan
bahkan jumlah besar dari antioksidan yang dikombinasi tidak dapat menetralisir banyaknya jumlah dari mutagenik ini.
Cara satu-satunya yang efektif untuk mencegah kanker adalah mencegah penyerapan dari zat mutagenik pada makanan instan. Konsumsilah sedikit makanan instan, terutama makanan instan berprotein dan konsumsi lebih banyak buah dan beberapa makanan mentah yang segar, seperti sashimi atau kuning telur mentah yang segar.
Memakan makanan penyebab kanker, seperti daging instan akan meningkatkan risiko menderita kanker karena tingkat zat mutageniknya yang tinggi.
Vegetarian juga dapat menderita kanker, tetapi sedikit lebih rendah daripada mereka yang memakan lebih banyak daging. Sayuran instan mengandung lebih sedikit zat mutagenik daripada daging instan. 2 dari 3 penelitian ilmiah menunjukkan bahwa mengonsumsi kacang kedelai instan daripada daging instan akan mempunyai risiko kanker yang lebih rendah. Biasanya, mengonsumsi sayuran akan mempunyai rsiko lebih sedikit untuk menderita kanker daripada memakan makanan instan yang lain. Tetapi, semua makanan instan, termasuk sayuran, mengandung zat mutagenik.
Makanan peyebab kanker yang dapat meningkatkan risiko kanker, kebanyakan adalah makanan instan yang mengandung
protein dalam jumlah besar seperti daging dan ikan, mengandung lemak dan kolesterol seperti telur atau mengandung iodin seperti yang ditemukan dalam ikan laut, krustasea, dan moluska. Makanan yang dipanaskan secara intensif, diasap atau diasinkan juga mempunyai risiko untuk menyebabkan kanker.
Semua makanan instan yang mengandung protein yang tidak rusak karena HCA, sebagian akan membusuk dalam darah dan membuat
radikal bebas. Semua makanan instan akan menyebabkan kanker jika Anda hidup cukup lama. Merubah pola makanan Anda untuk mengurangi konsumsi lemak dan meningkatkan konsumsi serat, antioksidan dan nutrisi penting lainnya dapat membantu mengurangi risiko untuk menderita kanker. Pemilihan makanan yang sehat dalam supermarket merupakan langkah awal untuk diet yang efektif.
10 makanan anti-kanker antara lain stroberi, jeruk, teh, wortel, bayam, tomat, bawang putih, tepung whole wheat, buncis, dan kacang-kacangan. Makanan ini memiliki
fitokimia "zat kimiawi tanaman" yang bersifat melindungi, yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker. Berikut beberapa tips kesehatan dan gizi:
- Kurangi konsumsi makanan berlemak .
- Periksa label daftar
nutrisi pada produk makanan untuk memilih makanan yang hanya mengandung lemak sebanyak 3 gram atau kurang dari keseluruhan lemak karena lemak jenuh dari hewan mengandung
sel kanker yang tinggi. - Kurangi konsumsi daging merah, yang adalah makanan penyebab kanker juga dapat bermanfaat.
- Konsumsi lebih banyak buah-buahan dan sayuran.
- Serat protektif, antioksidan, vitamin C, beta karotin dan ratusan fitokimia secara alami terdapat dalam buah-buahan serta sayuran dan dapat mengurangi resiko kanker.
Serat akan mengikat zat penyebab kanker dalam saluran usus dan membuangnya sebagai kotoran.
Vitamin antioksidan dapat menetralisir radikal bebas yang merusak (zat yang diproduksi oleh proses kimiawi yang masuk ke dalam tubuh kita tiap harinya). Allicin dalam bawang putih, genistein dalam kecang kedelai, dan flavonoids dalam apel merupakan sedikit contoh dari zat kimiawi tanaman pelindung kanker (fitokimia).
Menghindari memakanan makanan penyebab kanker serta memperkenalkan makanan yang mengandung banyak antioksidan dan makanan anti-kanker merupakan cara yang efektif untuk mengurangi dan mencegah resiko kanker secara bersamaan.
Nutrisi dan Gizi
Penyakit-penyakit umum
- Alergi
- Anorexia
- Artritis/Rematik
- Asam lambung
- Asma
- Autis
- Batu ginjal
- Bronkitis
- Cacar air
- Cerebral palsy
- Demam
- Demam berdarah
- Demam Nil Barat
- Diabetes
- Diare
- Disleksia
- Eksim
- Gastritis
- Gatal
- Hipoglikemia
- Hipotiroidisme
- Kanker
- Kecemasan
- Kolesterol
- Leukemia
- Lupus
- Maag
- Malaria
- Masalah Pendengaran
- Masalah Tidur
- Memori
- Migrain
- Nyeri
- Osteoporosis
- Penyakit Alzheimer
- Penyakit jantung
- Penyakit vaskular
- Psoriasis
- Sakit ginjal
- Sakit Kepala
- Sakit punggung
- Skiatika
- Sklerodoma
- Terowongan karpal
- Wasir
- Jerawat
- ADHD



