Kanker Kandung Kemih

Kandung kemih mempunyai peranan yang sangat vital untuk keseluruhan kesehatan kita.
Kandung kemih berfungsi sebagai penampungan air seni didalam tubuh. Saat ginjal menyaring limbah tubuh dari darah, air seni dihasilkan dan masuk ke dalam kandung kemih melalui dua pipa yang disebut
ureter, kemudian kandung kemih menyimpan air seni beberapa waktu sebelum dilepas dengan cara buang air kecil melalui pipa lain yang disebut
uretra. Kandung kemih bisa diibaratkan sebagai balon otot, dia kempes saat tidak ada air seni (setelah seseorang buang air kecil) namun kemudian bisa menggelembung kembali menyimpan sampai
satu liter air seni. Normalnya saat kandung kemih terisi dengan air seni sebanyak kurang lebih setengah liter, kita akan merasa ingin buang air kecil. Struktur otot kandung kemih juga membantu otot-otot panggul untuk mendorong keluar air seni. Kandung kemih terletak di bagian bawah perut, jauh di dalam panggul, tepat di atas simfisis pubis.
Kanker kandung kemih mengacu pada beberapa jenis pertumbuhan
sel ganas kandung kemih. Ini adalah penyakit dimana sel-sel abnormal berkembang biak tanpa kontrol di dalam kandung kemih. Faktor resiko terbesar untuk kanker kandung kemih adalah predisposition genetis (efek genetis yang mempengaruhi
fenotipe sebuah organisme yang bisa dipengaruhi oleh kondisi lingkungan), hal ini juga bisa dihubungkan dengan merokok dan bersentuhan dengan pewarna berbasis anilin (seperti pada pada pabrik tekstil), begitu juga dengan bensin dan zat kimia lainnya.
Tanda peringatan paling umum dari kanker kandung kemih adalah adanya darah di air seni, warnanya bisa seperti karat sampai dengan merah tua, tergantung dari jumlah darah. Gejala lainnya adalah rasa sakit saat buang air kecil, sering buang air kecil, atau merasa perlu buang air kecil namun tidak keluar. Namun, tanda-tanda dan gejala ini tidak spesifik merujuk ke kanker kandung kemih, mungkin juga bisa disebabkan oleh faktor bukan kanker seperti
infeksi
prostat dan cystitis. Saat gejalanya muncul, segeralah pergi ke dokter, karena segala penyakit harus didiagnosa dan diobati sedini mungkin.
Pengobatan macam apa yang dibutuhkan untuk kanker kandung kemih?
Pengobatan terhadap kanker kandung kemih tergantung pada seberapa dalamnya
tumor menyerang ke dalam diinding kandung kemih.
Pengobatan Kanker Kandung Kemih yang Dangkal
Ini adalah keadaan dimana kanker tidak menyerang masuk ke dalam otot sama sekali dan bisa "dicukur" menggunakan sebuah alat elektrokauter yang dipasangkankan pada sistoskop. Tujuan dari perawatan adalah untuk mencegah timbul dan mencegah perkembangan sampai ke tahap penyerangan karena kanker kandung kemih dangkal mempunyai kecenderungan untuk kambuh kembali. Immunoterapi dalam bentuk penanaman
BCG juga digunakan di dalam pengobatan dan untuk mencegah kambuhnya tumor dangkal. Penanaman
kemoterapi ke dalam kandung kemih juga bisa digunakan untuk mengobati penyait ini.
Pengobatan Kanker kandung Kemih yang Masuk Otot.
Tumor yang telah memasuki otot kandung kemih memerlukan operasi yang lebih radikal dimana bagian atau keseluruhan kandung kemih diangkat dalam prosedur pembedahan pengambilan yang disebut sistektomi dimana sistem aliran air seni dialihkan. Dalam beberapa kasus, ahli bedah dapat membuat kandung kemih pengganti (neobladder) yang diambil dari segmen jaringan usus, namun prosedurnya tergantung terhadap keinginan pasien, fungsi ginjal, dan letak dari penyakit.
Kanker kandung kemih berada di urutan ke-empat kanker yang paling sering diderita lelaki dan urutan ke-delapan kanker paling umum pada wanita. Lebih dari lima puluh ribu kasus tediagnosa setiap tahunnya di Amerika serikat dengan jumlah kematian lebih dari dua belas ribu jiwa.
Nutrisi dan Gizi
Penyakit-penyakit umum
- Alergi
- Anorexia
- Artritis/Rematik
- Asam lambung
- Asma
- Autis
- Batu ginjal
- Bronkitis
- Cacar air
- Cerebral palsy
- Demam
- Demam berdarah
- Demam Nil Barat
- Diabetes
- Diare
- Disleksia
- Eksim
- Gastritis
- Gatal
- Hipoglikemia
- Hipotiroidisme
- Kanker
- Kecemasan
- Kolesterol
- Leukemia
- Lupus
- Maag
- Malaria
- Masalah Pendengaran
- Masalah Tidur
- Memori
- Migrain
- Nyeri
- Osteoporosis
- Penyakit Alzheimer
- Penyakit jantung
- Penyakit vaskular
- Psoriasis
- Sakit ginjal
- Sakit Kepala
- Sakit punggung
- Skiatika
- Sklerodoma
- Terowongan karpal
- Wasir
- Jerawat
- ADHD



