Selasa, Mei 22, 2012
RSS RSS
   
Text Size

Bagaimana Seharusnya Memperlakukan Penyandang Cacat Jika Anda Menjalankan Usaha Kecil?

Bagaimana Seharusnya Memperlakukan Penyandang Cacat Jika Anda Menjalankan Usaha Kecil?Ketika Anda menjalankan bisnis di AS, baik kecil ataupun besar, Anda harus mengikuti aturan Americans with Disabilities Act (UU yang mengatur hak penyandang cacat di Amerika), atau ADA. Apakah Anda pernah menyaksikan bagaimana anggota kongres pertama Amerika yang bagian bawah tubuhnya lumpuh, seorang perwakilan dari Rhode Island, mengambil podium di kongres baru-baru ini untuk merayakan undang-undang itu? Anggota kongres itu diangkat ke podium dengan menggunakan sejenis lift. Selama bertahun-tahun ADA telah

membuat tingkatan untuk membela Amerika, termasuk penyandang cacat dalam kehidupan publik. Anda tidak perlu menjalankan bisnis besar agar sesuai dengan hukum ini, karena bahkan usaha kecil juga harus mentaati ini. Sebagian dari apa yang hukum tersebut haruskan cukup terkenal, yaitu berhubungan dengan bangunan dengan jalan landai dan lift yang mudah diakses dan sebagainya. Ketentuan lain dari UU ini juga cukup jelas, jumlah penyediaan ruang parkir yang dekat dengan pintu masuk, berapa seharusnya lebar pintu dan koridor serta hal-hal lain. Keuntungannya adalah, berapapun uang yang Anda habiskan untuk bisa sesuai dengan hukum, bisa diklaim sebagai keringanan atau pengurang pajak.

Lebih teliti dalam melihat persyaratan ADA akan memperlihatkan bahwa UU tersebut merupakan bacaan yang menarik di dalam bisnis yang bebas-diskriminasi. Misalnya, jika bangunan atau kantor Anda memiliki kebijakan tidak mengizinkan binatang peliharaan, ini tidak berlaku bagi hewan yang membantu orang cacat. Anda tidak bisa meminta orang cacat di kantor Anda untuk duduk terpisah di daerah yang diperuntukkan untuk mereka yang cacat. Perlakuan apa pun yang berbeda terhadap penyandang cacat tidak diperbolehkan. Bila Anda menghadapi gugatan diskriminasi oleh seorang karyawan, akan banyak membantu jika Anda menyimpan rincian catatan berhubungan dengan segala sesuatu yang bisnis Anda pernah lakukan dalam kaitannya dengan karyawan atau pelamar cacat. Namun, hukum tampaknya masih jauh dari melindungi. Sikap terhadap orang cacat kelihatnnya tidak berubah: hanya 20% dari para penyandang cacat Amerika yang memiliki pekerjaan. Dan selama 20 tahun angka itu belum juga membaik.

Pada dasarnya, hukum yang melindungi para penyandang cacat hanya berlaku untuk bisnis yang mempekerjakan minimal 15 orang. Jika di bawah itu Anda tidak dianggap sebagai perusahaan yang cukup besar yang berarti Anda tidak harus mematuhinya. Apa yang akan terjadi jika Anda mengabaikan hukum karena Anda merasa terlalu mahal untuk memenuhi hukum itu? Sears, belum lama ini, kalah pada kasus mengenai mereka yang memecat karyawan cacat karena harus sering mengambil waktu cuti untuk mengurangi nyeri punggung (yang mulai dideritanya ketika bekerja untuk Sears). Tuntutan hukum diskriminasi cacat bisa sangat mahal. Hal ini tentu bukanlah sesuatu untuk disepelekan. Sebelum terjadi, mungkin tidak akan mudah untuk bisa lolos. Bahkan jika Anda tidak memiliki karyawan cacat, seorang Attorney General (sejenis penasehat hukum utama untuk pemerintah) bisa mengambil langkah hukum atas masalah apa pun itu dan mengajukan gugatan atas nama pemerintah sendiri. Dan paling sedikit dendanya adalah kira-kira Rp. 510.000.000,-. Jadi, moral dari pelajaran ini adalah bahwa Anda tidak bisa bermain-main dengan hukum ADA.

 

Tambah komentar


Security code
Refresh

Follow doktermucom on Twitter

Post terbaru forum

Komentar terkini

Login