Sabtu, Mei 19, 2012
RSS RSS
   
Text Size

Menghitung Kalori, Karbohidrat dan Serat pada Diet Diabetes

Menghitung Kalori, Karbohidrat dan Serat pada Diet Diabetes

Disaat pesta, kita pasti melihat makanan yang enak-enak. Ketika penderita diabetes menghadapi situasi seperti ini, mereka membayangkan berapa gram gula, berapa ons Glossary Link karbohidrat, dan dalam bayangan mereka mungkin mirip presentasi Powerpoint tentang kandungan gizi makanan di pesta itu. Para penderita diabetes melakukan ini karena

makanan apapun, berpotensi memperburuk kondisi para penderita Tipe I dan Tipe II ini. Ketika anda mengalaminya sendiri, mungkin anda bisa merasakan yang mereka rasakan. Dalam beberapa hal, diabetes Tipe I lebih berisiko daripada Tipe II.

Penderita diabetes Tipe II masih bisa berusaha menghindari konsekuensi-konsekuensi penyakit ini juga didukung dengan gaya hidup sehat dan bertanggung jawab. Lain dengan Tipe I yang merupakan penyakit autoimun. Tubuh kita sendiri berpikir bahwa Glossary Link pankreas adalah musuh dan menyerangnya sampai pankreas mati. Beberapa tahun lalu mungkin diabetes Tipe I berakibat fatal 100%, namun dengan bantuan teknologi tinggi seperti Glossary Link insulin artifisial yang tersedia baru-baru ini, diabetes Tipe I tidak lagi mematikan, namun penderitanya harus berhati-hati dalam segala kesempatan. Bagi penderita diabetes Tipe I, setiap makanan harus terukur dengan akurat. Sebelum menggigit sehelai roti tawar, harus diperhitungkan berapa banyak Glossary Link glukosa dan karbohidrat yang terkandung didalamnya. Jika kita menderita diabetes, makanan dan labelnya menjadi bagian dari hidup kita. Berikut ini cara menggunakan label makanan dengan bijak.

Hal pertama yang harus kita ketahui adalah daftar bahan makanan yang terkandung didalamnya. Jantung merupakan salah satu korban pertama pada orang yang menderita diabetes. Cari makanan yang sehat bagi jantung, yakni makanan biji-bijian utuh, Glossary Link asam lemak tunggal tak jenuh seperti minyak zaitun dan minyak kacang. Jangan makan yang mengandung lemak hasil hidrogenasi.

Makanan yang mengandung karbohidrat sama perlu perhatian khusus, setara dengan anda memperhatikan makanan yang mengandung gula. Jika kita hanya menilai makanan dari besaran gulanya, makanan manis dapat terlewat, padahal bergizi tinggi, seperti buah-buahan dan susu. Mungkin anda kenyang dengan makanan yang tanpa gula, namun tinggi di karbohidrat dari padi-padian dan sejenisnya. Didalam tubuh, karbohidrat sama dengan gula, dan kita perlu menghitung karbo sama seperti kita menghitung gula. Yang lebih menarik, semakin banyak kita makan serat, kita dapat makan gula dan karbo "gratis" tanpa konsekuensi. Jika Anda makan 10 gram serat, artinya Anda dapat makan 10 gram gula. Serat adalah anti-glukosa.

Makanan bebas gula adalah sahabat baru para penderita diabetes. Namun banyak yang salah mengerti, karena makanan bebas gula mendapat rasa manis dari gula alkohol. Lihat di label yang mirip dengan "sorbitol" dan semua yang berakhiran "ol". Sesungguhnya kandungan gulanya hampir mencapai setengah dari kandungan gula asli. Demikian pula halnya dengan biskuit bebas gula yang sebenarnya tidak bebas karbohidrat. Karbohidrat dapat diubah menjadi gula didalam tubuh.

Bagi setiap penderita diabetes, kandungan Glossary Link gizi makanan harus dihitung sebelum dimakan. Ada makanan bebas gula yang memang benar-benar aman, seperti diet soda. Apapun yang mengandung karbohidrat kurang dari 5 gram, dan tidak lebih dari 20 kalori per sajian, aman untuk dikonsumsi penderita diabetes.

Tambah komentar


Security code
Refresh

Follow doktermucom on Twitter

Post terbaru forum

Komentar terkini

Login