Sabtu, Mei 19, 2012
RSS RSS
   
Text Size

Batu Ginjal Pada Anak-Anak

Ginjal

Penelitian banyak yang menunjukkan bahwa mayoritas anak-anak yang rentan medapatkan batu ginjal adalah mereka yang berada dibawah pengobatan sehingga meningkatkan risiko untuk mendapatkan Glossary Link batu ginjal pada usia dini. Agar para orangtua dapat mengerti bagaimana menghadapi batu ginjal jika seandainya anaknya menderita batu ginjal, pertama-tama para orangtua harus mengerti tentang kondisinya.

Dengan mengerti kondisi anaknya secara keseluruhan bisa membantu orangtua untuk menelusuri penyebabnya, mengenali gejala-gejalanya dan memberi pertolongan pertama pada anaknya yang kesakitan.

Batu ginjal - seperti juga yang terjadi pada orang dewasa - mempunyai jenis-jenis yang berbeda, bisa berupa "calsium oxalate" yang mana ini merupakan masalah umum yang disebabkan terlalu banyaknya kandungan kalsium di air kencing, batu struvite, batu uric acid, dan batu cystine. Jenis-jenis batu ginjal tersebut tergantung pada tingkatan kandungan mineral yang ditemukan dan karakteristiknya.

Orang tua tidak akan pernah tahu anaknya menderita penyakit batu ginjal jika mereka tidak mengenali gejala-gejala batu ginjal seperti rasa sakit pada daerah perut dan punggung, terdapat darah dalam air kencing( Glossary Link hematuria), muntah atau mual, dan sering kencing. Pada anak-anak yang masih kecil, gejala-gejala tidak bisa dengan mudah diketahui sehingga perlu di tes dan diperiksa ke laboratorium. Karena penyakit batu ginjal bukanlah masalah umum yang terjadi pada anak-anak, apalagi balita, kita harus mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebabnya seperti:

Riwayat penyakit batu ginjal.

Jika keluarga anda ada yang pernah mengalami batu ginjal, maka kemungkinan besar anak-anak mempunyai risiko mendapatkan batu ginjal ke depannya. Penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki sejarah terkena batu ginjal maka dia bisa mendapatkannya selama 10 - 20 tahun dari hidupnya.

Kekurangan cairan

khususnya kurang mengkonsumsi air. Jika anak mempunyai kebiasaan ini maka dia rentan terhadap penyakit batu ginjal dikarenakan ini mempengaruhi jumlah ideal air kencing yang harus dikeluarkan dalam sehari. Harus selalu diingat bahwa kurangnya konsumsi air dapat meningkatkan pertumbuhan batu ginjal karena zat-zat pembentuk batu ginjal dapat terkumpul yang mengakibatkan pertumbuhan meningkat.

Pola makan dan jumlah makanan yang dikonsumsi.

Khususnya makanan yang mempunyai kandungan protein hewani tinggi seperti, daging sapi, daging babi, domba atau ayam dapat membentuk batu ginjal karena bahan-bahan makanan tersebut mempunyai kandungan Glossary Link protein tinggi yang merupakan salah satu penyebab utama batu ginjal. Banyak ahli berpendapat bahwa anak-anak yang terlalu banyak mengonsumsi protein mempunyai risiko besar mendapatkan "batu calcium oxalate" beserta masalah penyerapan pada usus.

Gejala lain yang perlu diwaspadai termasuk mengalami penyakit cystic Glossary Link fibrosis, menderita masalah saluran perkencingan seperti gangguan fungsi Glossary Link kandung kemih atau ginjal, beberapa orang mewarisi dari orangtua dan menjalani pengobatan seperti "furosemide", "allopurinol", dan "acetazolamide" yang dikenal meningkatkan pembentukan kristal air kencing yang menyebabkan pembentukan batu ginjal.

Sebelumnya para ahli mengatakan bahwa anak-anak tidak rentan terkena batu ginjal karena mereka lebih sehat dan aktif secara fisik. Namun akhir-akhir ini ada peningkatan jumlah anak-anak yang terkena penyakit batu ginjal.

Mungkin ini dikarenakan anak-anak jaman sekarang kurang aktif bergerak dan menghabiskan waktunya didepan komputer dan TV serta makan makanan yang mengandung protein, Glossary Link kalsium dan garam yang tinggi.

Tambah komentar


Security code
Refresh

Follow doktermucom on Twitter

Post terbaru forum

Komentar terkini

Login